cubereality.com

Filter Analog Dengan Aplikasi Edit Foto Kekinian

analog camera camera casual 2326 1024x683 - Filter Analog Dengan Aplikasi Edit Foto Kekinian
Kini para anak muda sudah mendapatkan alternatif untuk mendapatkan hasil foto yang terlihat seperti hasil yang diproduksi oleh kamera analog.
(Source: www.pexels.com)

Tidak diketahui dimulai sejak kapan, tetapi Instagram feeds anak muda sekarang tidak pernah luput dari satu atau bahkan banyak foto yang terlihat seperti diambil melalui kamera analog. Entah karena hasil jepretan kamera analog memiliki rasa nostalgia dan old school, tetapi jenis foto-foto tersebut kini sedang populer dijadikan sebagai ‘tema’ oleh beberapa pengguna Instagram.

Meski kamera analog, atau film photography sudah ada semenjak tahun 1839, tetapi dimulai sejak kurang lebih tahun 2015, penggunaan kamera analog mulai dimunculkan kembali oleh pegiat fotografi muda. Akan tetapi, dikarenakan harga yang ditawarkan sudah tidak lagi semurah ketika kamera analog sedang tren pada zaman dahulu, kini para anak muda sudah mendapatkan alternatif untuk mendapatkan hasil foto yang terlihat seperti hasil yang diproduksi oleh kamera analog. Berbekal penggunaan perangkat lunak canggih yang terdapat pada ponsel pintar, kekreatifan anak muda pun ditantang untuk menciptakan filter foto seantik mungkin untuk menyerupai hasil foto kamera analog. Apa saja aplikasi edit foto kekinian yang dapat mengimitasi hasil kamera analog?

VSCO

VSCO merupakan salah satu aplikasi ternama yang sangat populer digunakan oleh banyak pengguna Instagram. Melalui aplikasi ini, pengguna disediakan fitur sekumpulan filter yang dapat langsung diaplikasikan ke foto yang telah diunggah ke aplikasi tersebut. Filter yang terpampang dalam aplikasi tersebut sangatlah beragam. Mulai dari filter foto hitam dan putih, filter dengan sentuhan warna biru, hijau, ungu, dan merah.

Apabila Anda merasa kurang dengan filter tersebut, Anda dapat menggunakan filter yang mengambil warna asli film untuk kamera analog yang berada dalam kategori Film X. Beberapa filter tersebut mengikuti film kamera analog antara lain Agfa Ultra 50, Agfa Vista 400, Fuji Superia 100, Fuji Pro 160S, Fuji Provia 400 X, Kodak Ektar, Kodak Gold 100, Kodak Portra 100T, dan beberapa film lainnya.

Tidak hanya disediakan filter yang dapat langsung digunakan oleh pengguna, VSCO juga memiliki fitur lain apabila Anda ingin melakukan optimalisasi sendiri terhadap foto Anda. Dalam fitur ini, Anda dapat mengatur seberapa besar Exposure yang Anda inginkan. Apabila foto terlalu terang, Anda dapat mengimbanginya dengan menggunakan fitur Contrast, Saturation, Tone, dan White Balance. Kemudian, Anda juga dapat memotong foto agar sesuai dengan fokus foto yang Anda inginkan.

Adobe Lightroom

Bagi yang belum tahu, aplikasi Adobe Lightroom kini memiliki versi mobile yang dapat digunakan melalui ponsel. Meskipun aplikasi edit foto kekinian ini kerap kali digunakan untuk memperjelas foto, baik secara warna maupun fokus, tetapi aplikasi ini juga dapat digunakan untuk mendapatkan filter analog bagi foto yang Anda inginkan.

Sama seperti versi komputer, aplikasi ini memiliki fitur yang lengkap. Selain Anda dapat membuat filter (atau dalam aplikasi ini sering disebut sebagai preset) sendiri dan mengkategorikasikannya dalam folder yang telah Anda buat, mengedit cahaya foto, merubah warna foto, dan juga mengatur seberapa jernih foto yang telah Anda unggah ke aplikasi tersebut. Meski begitu, aplikasi ini tidak memiliki fitur selective bagi pengguna gratis. Fitur tersebut hanya disediakan untuk mereka yang membayar untuk menggunakan aplikasi.

Kombinasikan VSCO dan Adobe Lightroom Untuk Filter Analog

Untuk mendapatkan filter analog yang tidak berbeda dengan hasil yang diproduksi oleh kamera analog asli, pertama Anda edit foto melalui aplikasi VSCO. Sebelum menerapkan langkah-langkah di bawah, foto yang cocok untuk diterapkan filter analog adalah foto yang berada di luar ruangan dengan cukup cahaya dan juga sedikit blur agar memiliki feel analog.

Dalam aplikasi VSCO, pilihlah filter Kodak Gold 200 dan atur hingga +12. Setelah itu, turunkan Exposure hingga -1.6 dan Contrast turunkan hingga -1.4. Untuk White Balance, pilihlah temperatur dingin yaitu -0.2. Selanjutnya, pindah ke Skin Tone dan turunkan hingga -5.2. Meskipun foto-foto yang dihasilkan kamera analog terkadang sedikit blur, tetapi fokus foto yang lain tetaplah sharp. Maka dari itu, dalam Sharp, naikkan hingga +5.9. Selanjutnya, pilih Vignette dan naikkan sampai +8.7. Terakhir, pilihlah Split Tone, kemudian Shadows Tint, dan pilih warna hijau. Selanjutnya, atur hingga +7.2.

Langkah terakhir, pilihlah aplikasi Adobe Lightroom. Setelah masuk, unggah foto yang telah disimpan dan diedit dalam VSCO tersebut. Selanjutnya, pilih Effects dan langsung menuju Clarity dan Dehaze. Untuk Clarity, turunkan hingga -15. Sementara Dehaze, turunkan hingga -15.

Berikut Aplikasi Zodiak Yang Digandrungi Masyarakat

astrology astronomy blur 159670 1024x683 - Berikut Aplikasi Zodiak Yang Digandrungi Masyarakat
Tidak hanya sebagai acuan masalah percintaan, zodiak juga digunakan sebagai acuan masalah ekonomi, kehidupan, dan keberuntungan.
(Source: www.pexels.com)

Bagi mereka yang menggemari dunia astrologi, selalu mencari mengenai zodiak yang dimiliki dapat dikatakan sebagai hobi. Tidak hanya untuk melihat peruntungan hari ini, tetapi zodiak dan pergerakan planet dan bintang juga dapat digunakan sebagai acuan akan apa saja yang mungkin akan terjadi hari esok, minggu ini, bahkan tahun ini.

Walaupun belum terbukti melalui kacamata sains, akan tetapi beberapa pecinta dunia astrologi tetap berpegang teguh pada apa yang diramal berdasarkan zodiak. Tidak hanya sebagai acuan masalah percintaan, zodiak juga digunakan sebagai acuan masalah ekonomi, kehidupan, dan keberuntungan. Apabila dahulu orang-orang lebih gemar untuk bertanya langsung kepada seorang ahli astrologi, atau mencari informasi dengan berselancar di beberapa mesin pencari, kini masyarakat dapat mencari soal astrologi mereka melalui aplikasi yang bertebaran entah itu di Play Store atau App Store.

Ketika pertama kali mencari aplikasi astrologi, kita pasti akan merasa bingung dengan banyaknya aplikasi yang ditampilkan. Hal itu disebabkan karena sejak lima tahun terakhir, perkembangan perangkat lunak yang dapat memberi prediksi berdasarkan zodiak semakin maju. Perkembangan ini tentu saja didasari oleh kebutuhan masyarakat akan sesuatu yang sederhana yang tidak mengharuskan mereka untuk pergi ke luar rumah, atau menjelajahi mesin pencari yang luas demi mendapatkan prediksi zodiak yang akurat. Tidak hanya itu, perkembangan aplikasi zodiak juga didasari oleh banyaknya diskusi mengenai astrologi yang dilakukan oleh para kaum millennial di internet. Maka dari itu, berikut beberapa rekomendasi aplikasi astrologi yang banyak digunakan.

The DailyHoroscope

Aplikasi gratis besutan Comitic Inc merupakan salah satu aplikasi zodiak paling populer yang memiliki tampilan sederhana dan mudah untuk digunakan. Tidak hanya menyediakan fitur untuk mencari tahu soal horoskop harian, mingguan, dan bulanan, The DailyHoroscope juga memberi fitur bagi pengguna untuk mengetahui karakteristik zodiak mereka. Selanjutnya, mereka juga memiliki fitur yang pasti akan digunakan oleh para remaja. Yaitu fitur kompatibilitas zodiak, dimana pengguna dapat melakukan komparasi antar zodiak untuk menemukan zodiak mana yang cocok untuk dijadikan sebagai pasangan oleh mereka.

Untuk tampilan sendiri, aplikasi ini memberikan kebebasan kepada para pengguna untuk mengkostumasi aplikasi tersebut. Selain merubah warna tampilan, tetapi pengguna juga dapat merubah ukuran font sehingga tampilan nyaman untuk dipandang dan digunakan. Aplikasi ini dapat ditemukan di Play Store dan di App Store. Untuk Play Store sendiri, ukuran aplikasi adalah 7.4MB. Sementara untuk App Store, aplikasi memiliki ukuran sebesar 103.2MB.

Time Nomad

Berbeda dengan aplikasi zodiak lainnya, Time Nomad merupakan aplikasi yang berfungsi sebagai guru astrologi virtual. Anda dapat menggunakan aplikasi ini untuk melacak penempatan planet dan asteroid secara real-time. Fungsi tersebut digunakan untuk menganalisis grafik kelahiran Anda atau teman Anda agar prediksi astrologi semakin akurat. Selain itu, fitur lain aplikasi ini adalah Anda juga akan diberitahu mengenai fase-fase penempatan matahari, bulan, planet retrogade, dan sebagainya. Bahkan, aplikasi ini memungkinkan Anda untuk menghitung berapa banyak hari lagi sebelum planet retrogade terjadi.

Meskipun fitur yang terdapat dalam aplikasi ini terkesan rumit bagi para pemula yang baru belajar dunia astrologi, tetapi Time Nomad memiliki tutorial untuk membantu agar para pemula lebih mudah untuk menggunakannya. Tidak hanya itu, jawaban-jawaban yang dicari oleh pengguna akan dijawab secara real-time sehingga aplikasi ini juga cocok untuk digunakan oleh mereka yang bekerja sebagai ahli astrologi profesional. Untuk mencoba aplikasi berukuran 257.9MB ini, Anda hanya dapat mengunggahnya di App Store.

Co-Star

Salah satu aplikasi yang sering digunakan oleh millennial ini merupakan aplikasi yang dapat digunakan bersama teman. Maksudnya adalah ketika Anda menggunakan Co-Star, Anda juga dapat menambahkan teman melalui aplikasi tersebut untuk melacak perkembangan zodiak teman Anda. Apabila aplikasi sebelumnya memiliki fitur untuk melakukan komparasi antar zodiak, aplikasi ini memiliki fitur untuk komparasi antar planet. Tidak hanya itu, Anda juga akan mendapatkan analisis kepribadian yang sudah disesuaikan dengan seluruh grafik astrologi Anda. Sehingga Anda tidak perlu khawatir akan akurasi yang didapat.

Untuk pembacaan grafik astrologi sendiri, Anda tidak hanya akan disajikan pembacaan zodiak utama alias sun sign, tetapi Anda juga dapat melihat moon sign, dan 12 rumah zodiak lainnya yang merepresentasikan kehidupan Anda secara keseluruhan. Selain itu, prediksi yang disajikan Co-Star juga berdasarkan pada data milik NASA yang mereka gunakan untuk melacak pergerakan planet. Aplikasi dapat Anda temukan di App Store dengan ukuran 97.5MB.